Rangkul Generasi Muda, Polisi di Pringsewu Kedepankan Dialog daripada Teguran

11/02/2026 10:26:42 WIB 13
Pringsewu - Remaja adalah masa penuh warna, fase ketika seseorang sibuk mencari jati diri dan ingin diakui lingkungan sekitarnya. Namun di balik semangat itu, tersimpan kerentanan. Salah pergaulan sedikit saja, remaja bisa tergelincir ke berbagai perilaku negatif, mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, judi online, minuman keras, hingga aksi lain yang meresahkan masyarakat.

Situasi ini menjadi perhatian banyak pihak. Pembinaan remaja dinilai tak bisa hanya dibebankan pada sekolah, tetapi juga perlu peran keluarga, lingkungan, dan aparat keamanan.

Seperti yang dilakukan personel Polsubsektor Adiluwih, Polsek Sukoharjo, Polres Pringsewu, Aipda Heri Purwanto. Polisi yang dikenal ramah dan humoris ini punya cara sendiri dalam mendekati kalangan muda di wilayahnya.

Di sela tugas patroli, terutama pada malam hari, Aipda Heri kerap berhenti untuk sekadar menyapa dan mengobrol santai dengan remaja yang ditemuinya. Obrolannya ringan, kadang diselingi canda, namun sarat pesan.

Alih-alih menasihati dengan nada keras, ia memilih pendekatan persuasif. Dari cerita keseharian hingga diskusi soal cita-cita, ia pelan-pelan mengajak remaja menjauhi pergaulan negatif dan mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.

“Anak muda itu sebenarnya hanya butuh didengar. Kalau kita dekati dengan baik, mereka juga terbuka,” kata Aipda Heri pada Selasa (10/2/2026) malam.

Menurutnya, langkah kecil seperti menyapa dan berdialog bisa berdampak besar jika dilakukan konsisten. Ia berharap para remaja semakin sadar bahwa masa depan mereka terlalu berharga untuk disia-siakan.

Upaya tersebut mendapat respons positif dari warga. Slamet, warga Pekon Tunggul Pawenang, mengaku mengapresiasi pendekatan humanis yang dilakukan polisi.

“Anak-anak sekarang beda dengan zaman dulu. Kalau terlalu keras malah menjauh. Cara Pak Heri ini bagus, anak-anak jadi segan tapi juga nyaman. Kami sebagai orang tua merasa terbantu,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan pembinaan seperti ini terus dilakukan agar lingkungan tetap aman dan generasi muda memiliki arah yang jelas.

Kapolsek Sukoharjo AKP Juniko menegaskan bahwa pembinaan remaja merupakan bagian dari strategi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, tugas Polri bukan hanya menindak pelanggaran hukum, tetapi juga mencegah sejak dini melalui pendekatan sosial.
 

“Polisi harus hadir di tengah masyarakat, menjadi pelindung sekaligus pengayom. Dengan komunikasi yang baik, potensi gangguan bisa dicegah sebelum terjadi,” jelasnya.

Pendekatan dialog dan pembinaan, lanjutnya, menjadi salah satu kunci menciptakan situasi yang aman dan kondusif terutama di tengah tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini. (*)

Share this post