Tegur Pelanggar Tanpa Tilang, Polisi di Pringsewu Malah Bagi-Bagi Helm Gratis

09/02/2026 13:39:36 WIB 12
Prtingsewu - Pengendara yang melintas di Simpang Tugu Gajah, Pekon Bulukarto, Gadingrejo, Pringsewu, Senin (9/2/2026), dibuat kaget sekaligus lega. Saat sejumlah petugas menghentikan kendaraan di Jalan Lintas Barat Sumatera itu, banyak yang mengira sedang ada razia tilang. Nyatanya, polisi justru memberi teguran humanis—bahkan hadiah helm gratis.

Kegiatan ini merupakan kampanye keselamatan jalan yang digelar Satuan Lalu Lintas Polres Pringsewu bersama Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan UPT Bapenda. Operasi yang dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu I Kadek Gunawan, SH tersebut berlangsung hampir dua jam.

Petugas memeriksa kendaraan secara selektif prioritas. Pengendara yang kedapatan melanggar aturan tidak langsung ditilang. Mereka hanya diberi teguran lisan maupun tertulis, disertai edukasi soal pentingnya tertib berlalu lintas.

Sebaliknya, pengendara yang sudah patuh justru mendapat apresiasi. Beberapa di antaranya menerima helm gratis dari petugas di lokasi.

Salah satu pengendara yang merasakan langsung pendekatan humanis itu adalah Kimung (53), sopir truk asal Pringsewu. Ia mengaku sempat kaget saat diberhentikan polisi, terlebih dirinya tidak mengenakan sabuk keselamatan.

“Saya kira mau langsung ditilang, apalagi tadi tidak pakai sabuk pengaman. Sudah pasrah,” kata Kimung.

Namun kekhawatirannya sirna setelah petugas hanya memberikan teguran dan imbauan. Ia pun mengaku lega sekaligus diingatkan kembali soal pentingnya keselamatan.

“Menurut saya bagus ada operasi seperti ini. Jadi diingatkan lagi untuk patuh aturan. Kadang sopir merasa sudah biasa di jalan, jadi suka lupa,” ujarnya.

Kasat Lantas Iptu I Kadek Gunawan mengatakan kampanye keselamatan ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta meningkatkan kesadaran berlalu lintas.

Menurutnya, meski operasi memungkinkan penindakan, pendekatan persuasif sengaja diutamakan. Polisi ingin kesadaran lahir dari pemahaman, bukan semata karena takut sanksi.

“Kami lebih mengedepankan sosialisasi dan edukasi. Tujuannya menggugah kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas demi terwujudnya kamseltibcarlantas di Kabupaten Pringsewu,” ujarnya.

Soal pembagian helm, Kadek menyebutnya sebagai langkah konkret mengingatkan pentingnya perlindungan kepala saat berkendara. Helm, kata dia, adalah alat keselamatan utama yang kerap dianggap sepele.

“Kami ingin masyarakat sadar bahwa keselamatan di jalan adalah kebutuhan. Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan sebagai langkah nyata menekan angka pelanggaran dan kecelakaan,” tegasnya.

Pendekatan simpatik ini pun menuai respons positif dari pengendara. Di tengah tingginya risiko kecelakaan lalu lintas, pesan yang dibawa polisi Pringsewu hari itu sederhana: tertib di jalan bukan untuk polisi, tapi untuk keselamatan diri sendiri.

Share this post