Pelajar Bantu Tangkap Pelaku Curanmor, Dapat Penghargaan Bareng Sang Ayah yang Polisi
09/02/2026 09:57:16 WIB 28
Pringsewu - Momen tak biasa terjadi di halaman Mapolres Pringsewu, Senin (9/2/2026). Di tengah barisan personel yang menerima penghargaan dari Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, ada satu pemandangan yang mencuri perhatian: seorang anggota polisi dan putranya yang masih berstatus pelajar, berdiri sama-sama sebagai penerima penghargaan.
Sang pelajar adalah Jaka Satya Arendra, siswa kelas XII SMAN 1 Pringsewu. Remaja ini mendapat apresiasi langsung dari Kapolres karena keberaniannya membantu polisi mengejar dan menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sempat kabur. Tak banyak remaja seusianya yang berani terlibat dalam situasi berisiko seperti itu.
Yang membuat momen ini semakin spesial, Jaka ternyata merupakan putra dari Aiptu Ghofur, anggota Satreskrim Polres Pringsewu yang juga turut berperan dalam pengungkapan kasus tersebut. Ayah dan anak itu pun menerima penghargaan di hari dan tempat yang sama. Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra menyebut momen tersebut sebagai peristiwa bersejarah. Menurutnya, jarang terjadi seorang ayah dan anak menerima penghargaan dalam satu upacara resmi kepolisian.
“Ini momen yang sangat membanggakan. Ada nilai keteladanan dan keberanian di sini. Seorang anak muda berani peduli terhadap lingkungan dan membantu penegakan hukum,” kata Yunnus dalam amanatnya.
Penghargaan yang diberikan kepada Jaka tak lepas dari perannya saat membantu pengejaran pelaku curanmor. Dalam kasus itu, polisi mengungkap komplotan curanmor yang melibatkan tiga tersangka. Salah satu pelaku bahkan membekali diri dengan senjata api rakitan. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita satu pucuk senpi rakitan, tiga unit motor hasil curian, serta satu mobil yang digunakan mengangkut barang curian.
Di sisi lain, Aiptu Ghofur dan tim Satreskrim di bawah pimpinan Kanit Tipidum Ipda Defry S.Kom mendapat penghargaan atas keberhasilan mengungkap dua kasus yang menjadi perhatian masyarakat, yakni curanmor dan pencurian hewan ternak. Untuk kasus pencurian ternak, polisi meringkus empat tersangka yang diduga telah beraksi selama tiga tahun di wilayah Pringsewu dan sekitarnya.
Kapolres menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi atas dedikasi dan risiko besar yang dihadapi anggota di lapangan.
“Mungkin ada yang menganggap ini sudah tugas polisi. Tapi setiap tugas memiliki risiko, dan itu patut dihargai. Apalagi ketika ada masyarakat, bahkan pelajar, yang ikut peduli terhadap keamanan lingkungannya,” ujarnya.
Yunnus juga secara khusus mengapresiasi keberanian Jaka. Ia berharap sikap tersebut bisa menjadi contoh bagi generasi muda lain untuk tidak apatis terhadap situasi di sekitarnya.(*)