Mobilitas Pelajar Tinggi di Jalan Raya, Polisi Datangi Sekolah Untuk Edukasi Keselamatan
10/02/2026 14:48:15 WIB 18
Pringsewu - Pemandangan pelajar berseragam mengendarai motor di jalan raya bukan lagi hal asing. Meski sebagian belum cukup umur memiliki SIM, mobilitas mereka di jalan terbilang tinggi. Kondisi ini menjadi perhatian Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Polres Pringsewu.
Untuk menekan risiko kecelakaan sejak dini, polisi turun langsung ke sekolah. Kali ini, edukasi keselamatan lalu lintas digelar secara tatap muka di sejumlah sekolah salah satunya di SMP Muhammadiyah Pringsewu, diikuti hampir 100 siswa dari perwakilan beberapa kelas dengan pendampingan guru.
Di hadapan para pelajar, petugas menjelaskan pentingnya disiplin berlalu lintas, mulai dari penggunaan helm standar, mematuhi rambu-rambu, hingga bahaya berkendara tanpa kelengkapan keselamatan. Suasana sosialisasi berlangsung interaktif, di mana siswa juga diajak berdiskusi soal pengalaman mereka di jalan.
Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan, mengatakan tingginya mobilitas pelajar di jalan raya menjadi perhatian serius pihaknya. Menurut dia, saat ini banyak pelajar yang sudah berangkat dan pulang sekolah sendiri menggunakan sepeda motor, bahkan memakainya untuk aktivitas di luar sekolah.
“Sekarang ini mobilitas pelajar memang tinggi sekali. Banyak yang sudah berangkat dan pulang sekolah sendiri naik motor, bahkan ada yang digunakan untuk aktivitas lain di luar sekolah. Padahal tidak semuanya sudah cukup umur dan punya SIM. Ini yang jadi perhatian kami, karena artinya mereka sudah berada di lalu lintas dengan risiko yang sama seperti orang dewasa,” kata Kadek.
Ia menilai, tanpa pemahaman yang benar sejak dini, pelajar bisa menganggap pelanggaran lalu lintas sebagai hal lumrah.
“Kalau sejak awal tidak dibekali pemahaman, anak-anak bisa menganggap pelanggaran itu hal biasa misalnya tidak pakai helm, bonceng lebih dari satu, atau melawan arus. Lama-lama ini jadi kebiasaan yang berbahaya. Karena itu kami datang ke sekolah untuk mengingatkan bahwa tertib lalu lintas bukan soal takut ditilang, tapi soal menjaga keselamatan diri,” ujarnya.
Kadek menegaskan, edukasi ke sekolah merupakan langkah pembinaan agar kesadaran tertib lalu lintas tertanam sejak usia muda.
“Kami ingin menanamkan pola pikir sejak dini bahwa keselamatan di jalan adalah kebutuhan. Harapannya, mereka bisa jadi pelopor keselamatan, minimal untuk diri sendiri, lalu bisa mengingatkan teman dan keluarganya di rumah,” pungkasnya.(*)