
Ia mencontohkan, petasan sering dianggap sepele, padahal bisa menyebabkan luka bakar atau kebakaran. Begitu juga kebiasaan keliling sahur dengan pengeras suara yang terlalu keras hingga larut malam, yang kadang malah menimbulkan salah paham antarwarga. Selama Ramadan nanti, polisi akan meningkatkan patroli, terutama setelah tarawih dan menjelang sahur. Polisi juga mengajak orang tua untuk ikut mengawasi anak-anaknya, karena banyak kegiatan berisiko justru dilakukan remaja saat jam-jam tersebut. "Harapannya, Ramadan di Pringsewu bisa berjalan aman dan nyaman. Warga bisa beribadah dengan tenang, sementara tradisi Ramadan tetap terasa hangat tanpa harus diwarnai hal-hal yang merugikan." tandasnya (*)