Bukan Iklan, Banner di Jalinbar Pringsewu Ini Bikin Pengendara Auto Waspada
08/02/2026 12:06:52 WIB 22
Pringsewu – Pengendara yang melintas di Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinbar) wilayah Pringsewu, Lampung, belakangan dibuat “diingatkan” oleh banner-banner mencolok di tepi jalan. Bukan iklan, melainkan pesan keselamatan dari Satgas Operasi Keselamatan Polres Pringsewu.
Di bawah rindangnya pepohonan pinggir jalur penghubung Lampung–Bengkulu itu, banner hijau terang berdiri di sejumlah titik. Tulisan tegas seperti “Hati-hati Daerah Rawan Laka Lantas”, “Bahaya Melawan Arus Lalu Lintas”, hingga imbauan larangan knalpot brong seolah menyapa langsung para pengemudi yang melaju.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Jalinsum dikenal sebagai urat nadi transportasi antarprovinsi dengan lalu lintas kendaraan logistik, bus antarkota, hingga kendaraan pribadi yang nyaris tak pernah sepi.
Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu I Kadek Gunawan mengatakan pemasangan banner merupakan bagian dari strategi preventif Operasi Keselamatan Krakatau 2026. Polisi ingin menghadirkan pengingat visual yang terus “berbicara” kepada pengendara.
“Sering kali kecelakaan terjadi bukan karena pengendara tidak tahu aturan, tapi karena lengah atau merasa sudah biasa dengan jalur yang dilalui. Banner ini menjadi pengingat setiap saat,” kata Iptu Kadek, Minggu (8/2/2026).
Menurutnya, titik pemasangan tidak dipilih sembarangan. Satlantas memetakan lokasi rawan kecelakaan, pelanggaran, hingga kawasan padat aktivitas warga.
Menariknya, pendekatan ini menyasar sisi psikologis pengendara. Di tengah perjalanan jauh yang melelahkan, satu kalimat sederhana di pinggir jalan bisa menjadi “alarm” yang mengembalikan fokus.
Selain pemasangan banner, Operasi Keselamatan juga diisi patroli dialogis dan sosialisasi ke komunitas pengemudi. Tujuannya, membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya urusan polisi, tapi kebutuhan semua pengguna jalan.
“Keselamatan lalu lintas itu budaya. Kalau semua saling peduli dan disiplin, angka kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya.
Bagi warga di sepanjang Jalinbar, upaya ini juga memberi rasa aman. Sebab di balik derasnya arus kendaraan antarprovinsi, ada permukiman, sekolah, dan aktivitas warga yang beririsan langsung dengan jalan nasional tersebut.
Di tengah padatnya mobilitas, banner-banner itu kini menjadi pengingat sunyi di tepi jalan: bahwa satu keputusan kecil di balik kemudi bisa menentukan pulang dengan selamat atau sebaliknya. (*)