Bersih-Bersih Rest Area, Langkah Nyata Pringsewu Benahi Lingkungan Publik
06/02/2026 09:56:56 WIB 20
Rest Area Pekon Wates di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, mendadak jadi ruang temu yang tak biasa. Di tempat yang biasanya hanya disinggahi pengendara untuk beristirahat, ratusan orang berkumpul dengan satu misi: membersihkan lingkungan bersama.
Bukan sekadar kerja bakti rutin, aksi ini mempertemukan polisi, TNI, pemerintah daerah, mahasiswa KKN, hingga warga dalam satu barisan gotong royong. Sapu, arit, golok, cangkul, dan mobil pengangkut sampah menjadi “alat pemersatu” di pagi itu. Mereka berbagi peran, menyisir sudut demi sudut rest area yang selama ini dipenuhi rumput liar dan sampah.
Menariknya, sekat jabatan nyaris tak terlihat. Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra dan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas turun langsung ke lapangan. Ada momen saat pejabat dan warga sama-sama memanggul karung sampah—pemandangan yang jarang terlihat dalam aktivitas pemerintahan sehari-hari.
Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra menilai kegiatan ini lebih dari sekadar membersihkan fasilitas umum. Ia menyebutnya sebagai cara merawat kebersamaan.
“Ini bukan hanya soal lingkungan bersih, tapi bagaimana kebersamaan dan gotong royong itu hidup. Sekaligus menjaga kekompakan antara kepolisian, pemda, TNI, dan masyarakat,” kata Yunnus.
Ia berharap pola kolaborasi seperti ini bisa menjadi budaya. “Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga sehingga wilayah kita tetap terawat dan makin maju,” ujarnya.
Ke depan, kegiatan serupa akan diarahkan ke titik-titik yang berdampak langsung pada aktivitas warga. Pekan depan, kata Yunnus, pihaknya menargetkan pembersihan gorong-gorong di Kecamatan Pringsewu yang kerap tersumbat dan memicu genangan saat hujan.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas melihat aksi ini sebagai contoh bahwa persoalan lingkungan tak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Ia mengaitkan gerakan tersebut dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar daerah serius menangani persoalan sampah di ruang publik dan kawasan wisata.
“Yang disorot memang Bali, tapi pesan utamanya untuk semua daerah. Kita tidak bisa menunggu kotor dulu baru bergerak,” kata Riyanto.
Pemkab Pringsewu, lanjutnya, siap menjadikan kegiatan kolaboratif semacam ini sebagai agenda berkelanjutan. Salah satu sasaran terdekat yakni saluran air di Simpang Lima menuju Polsek Pringsewu yang dipenuhi sampah dan endapan.
Sementara itu, Danramil Gadingrejo Kapten Inf. Redi Kurniawan memandang kegiatan ini sebagai investasi sosial. Menurutnya, kerja bersama di ruang publik dapat memperkuat persatuan warga.
“Kalau sering dilakukan bersama, rasa memiliki terhadap lingkungan juga tumbuh. Dari situ persatuan dan gotong royong ikut terjaga,” ujarnya.
Dari rest area sederhana di Pekon Wates, pesan besar itu muncul: merawat lingkungan bisa menjadi cara sederhana merawat kebersamaan. Di tengah perbedaan seragam dan jabatan, semua bertemu dalam tujuan yang sama—lingkungan bersih dan daerah yang lebih nyaman untuk semua.