Polisi dan Densus 88 Kunjungi Eks Napiter di Pringsewu, Dukung Reintegrasi Sosial dan Kemandirian Ekonomi

15/10/2025 14:18:45 WIB 57
Pringsewu – Dalam upaya memperkuat program deradikalisasi dan mendukung proses reintegrasi sosial mantan narapidana terorisme (napiter), Personel Bhabinkamtibmas Polsek Sukoharjo Polres Pringsewu, Aiptu Heriyanto, bersama anggota Densus 88 Antiteror Polri, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kediaman SS, salah satu eks napiter yang tinggal di Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Rabu (15/10/2025)

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring dan pendampingan terhadap eks napiter guna memastikan keberlanjutan proses pembinaan, serta memperkuat hubungan baik antara mantan napiter dengan aparat keamanan dan masyarakat sekitar.

Selain bersilaturahmi, petugas juga melakukan pengecekan langsung terhadap perkembangan usaha mikro ternak telur puyuh yang dijalankan oleh SS. Usaha tersebut merupakan bantuan pemberdayaan ekonomi dari Polri yang bertujuan mendukung kemandirian dan meningkatkan taraf hidup eks napiter setelah kembali ke masyarakat.

Aiptu Heriyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mencegah potensi munculnya kembali paham radikal, sekaligus menumbuhkan rasa kepercayaan dan kebersamaan antara eks napiter dengan aparat penegak hukum.

“Kami ingin memastikan bahwa para eks napiter dapat hidup mandiri, produktif, dan diterima kembali di tengah masyarakat. Dukungan ekonomi seperti ini menjadi langkah nyata dalam mendorong mereka agar tetap berada di jalur yang positif,” ujar Aiptu Heriyanto.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pringsewu AKP Priyono dalam keteranganya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra menegaskan pentingnya pendekatan humanis dan pembinaan berkelanjutan sebagai strategi efektif dalam menangkal radikalisme dan terorisme. Dengan adanya dukungan dan kolaborasi semua pihak, diharapkan para eks napiter dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari paham kekerasan.

Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata sinergi antara Polri dan masyarakat dalam upaya kontra radikalisme, dengan menekankan nilai-nilai kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, serta integrasi sosial yang berkelanjutan. (*)

Share this post