“Layanan penitipan kendaraan ini merupakan bentuk pelayanan dan upaya preventif dari kepolisian untuk membantu masyarakat menjaga keamanan harta bendanya selama ditinggal mudik. Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar AKP Priyono dalam keteranganya mewakili Kapolres Pringsewu AKBp M. Yunnus Saputra pada Rabu 99/4/2025)
Selama periode tersebut, Lanjut Kasi Humas, total sebanyak 75 unit sepeda motor tercatat dititipkan oleh warga di berbagai Polsek di wilayah hukum Polres Pringsewu. Rinciannya, Polsek Pringsewu Kota menerima 23 unit, Polsek Gadingrejo 16 unit, Polsek Sukoharjo 17 unit, Polsek Pagelaran 10 unit, dan Polsek Pardasuka 9 unit.
AKP Priyono menambahkan, selain menjaga keamanan kendaraan, pihak kepolisian juga memanfaatkan momen ini untuk mempererat hubungan dengan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Harapan kami, masyarakat tidak hanya melihat polisi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang siap membantu dan memberikan solusi dalam kehidupan sehari-hari,” kata Priyono.
Layanan ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat, karena dinilai sangat membantu dalam menjaga keamanan kendaraan selama rumah ditinggal dalam keadaan kosong. salah satunya disampaikan Melawati, salah satu warga Provinsi Bengkulu yang bekerja di Pringsewu.
“Saya sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah menyediakan layanan penitipan ini. Saat mudik ke Bengkulu, saya tidak khawatir meninggalkan motor karena tahu dititipkan di kantor polisi. Apalagi gratis dan pelayanannya juga ramah,” ungkap Melawati saat ditemui di Polsek Pringsewu Kota.
Hal senada juga disampaikan oleh Anton, seorang karyawan swasta yang tinggal di Sukoharjo. Menurutnya, program ini sebaiknya dipertahankan dan bahkan bisa ditingkatkan cakupannya pada musim libur lainnya seperti Natal, Tahun Baru, dan libur sekolah.
“Ini inisiatif yang sangat bagus. Biasanya kalau rumah ditinggal lama, kita was-was takut motor hilang atau dicuri. Tapi dengan penitipan seperti ini, rasa khawatir itu bisa hilang. Semoga ke depan bisa terus berlanjut,” ujar Anton.