Di antara jajaran pejabat yang hadir tampak Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, didampingi Wakapolres Kompol Robi Bowo Wicaksono dan sejumlah personel kepolisian lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan besarnya rasa kehilangan terhadap sosok Budi Karyadi yang selama ini turut membangun sinergi antara media dan aparat penegak hukum.Dalam pernyataannya, AKBP M. Yunnus Saputra menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Budi Karyadi. "Kami turut berduka cita atas berpulangnya almarhum Budi Karyadi. Beliau adalah sosok jurnalis yang berdedikasi tinggi, menjunjung etika jurnalistik, dan selama ini menjadi mitra yang baik bagi kami di kepolisian. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar AKBP Yunnus usai menghadiri prosesi pemakaman di TPU KH Gholib pada Rabu (21/5).
Menurut Yunnus, kepergian Budi Karyadi menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi insan pers, tetapi juga bagi masyarakat Pringsewu yang mengenalnya sebagai pribadi yang aktif dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan jurnalistik.
Tak hanya dari kalangan kepolisian, ungkapan duka juga datang dari berbagai organisasi kewartawanan serta tokoh-tokoh daerah. Ketua PWI Pringsewu saat ini, Joko Sulistyo, menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok panutan yang telah meletakkan fondasi kuat bagi organisasi wartawan di daerah tersebut.
"Almarhum adalah figur yang selalu mengayomi dan membimbing para wartawan muda. Kepemimpinannya selama menjabat sebagai Ketua PWI sangat memberi warna positif dan menginspirasi kami untuk terus menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik," ungkap praia yang biasa dipanggil sulis ini.
Sejumlah rekan seprofesi juga menggelar doa bersama di rumah duka sebagai bentuk penghormatan terakhir. Mereka mengenang Budi Karyadi sebagai pribadi yang tegas namun bersahaja, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap etika pemberitaan dan kesejahteraan jurnalis lokal.
Selain dari kalangan jurnalis dan aparat, tampak hadir pula perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Pringsewu, tokoh agama, serta masyarakat sekitar. Kehadiran berbagai elemen ini menjadi bukti betapa luasnya jaringan pergaulan dan kontribusi almarhum dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.