Kapolda Lampung menegaskan, Lampung memegang peran penting sebagai salah satu lumbung jagung nasional. Dengan lahan panen seluas 39.200 hektare dan produksi mencapai 4.047,6 ton, hasil panen langsung diarahkan ke Bulog untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pangan. “Bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga untuk mendukung sektor peternakan melalui penyediaan pakan yang terjangkau,” jelasnya.
Langkah ini sejalan dengan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), di mana Polri bersama Bulog dan tujuh instansi terkait menargetkan distribusi 47 ribu ton hingga akhir tahun. Saat ini, realisasi sudah mencapai 20 persen.
Lebih dari sekadar angka produksi, panen raya ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan adalah hasil gotong royong. TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat bahu-membahu menjaga agar pangan tetap tersedia dan terjangkau. Dari Pringsewu, Lampung menunjukkan bahwa kerja sama erat lintas sektor adalah kunci menuju swasembada pangan nasional 2025.