BMKG: Waspada Hujan Saat Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni

02/04/2025 18:32:43 WIB 9

Lampung – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung mengeluarkan peringatan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di wilayah Pelabuhan Bakauheni selama sepekan ke depan. Para pemudik yang melaksanakan arus balik Lebaran 2025 diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap perubahan cuaca.

Menurut Forecaster BMKG Maritim Lampung, Try Wahyudi, berdasarkan hasil analisis cuaca, wilayah sekitar Pelabuhan Bakauheni berpotensi mengalami hujan, khususnya di Perairan Barat Lampung, Perairan Timur Lampung bagian Selatan, serta Perairan Teluk Lampung bagian Selatan.

"Dalam kurun waktu seminggu ke depan, diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat, yang dapat berdampak pada aktivitas transportasi laut di wilayah tersebut," jelasnya pada Rabu (2/4/2025).

Try menambahkan bahwa saat ini Provinsi Lampung tengah mengalami masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba. Kondisi ini dapat memicu perubahan cuaca ekstrem secara tiba-tiba, termasuk hujan deras yang disertai angin kencang.

BMKG menegaskan bahwa jika terjadi perubahan cuaca yang signifikan, informasi terbaru akan segera disampaikan kepada masyarakat. Kondisi cuaca di Lampung dipengaruhi oleh ketidakstabilan atmosfer yang mendukung pembentukan awan konvektif, yang berpotensi menimbulkan hujan lebat dalam waktu singkat.

Saat ini, pola angin di wilayah perairan Lampung didominasi oleh pergerakan dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Timur Lampung bagian Selatan serta Perairan Teluk Lampung bagian Selatan. Sementara itu, di wilayah sekitar Pelabuhan Bakauheni, kecepatan angin berkisar antara 2 hingga 17 knot.

Terkait kondisi gelombang, Amalia, salah satu analis cuaca BMKG, menyatakan bahwa saat ini gelombang di wilayah perairan Lampung terpantau dalam kategori tenang hingga sedang, berkisar antara 0,2 meter hingga 2 meter. Gelombang dengan ketinggian hingga 2 meter berpotensi terjadi di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian Selatan.

"Untuk wilayah sekitar Pelabuhan Bakauheni, gelombang masih dalam kategori aman bagi aktivitas pelayaran, dengan ketinggian antara 0,2 hingga 1 meter," ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa kondisi berisiko bagi kapal ferry terjadi jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang melebihi 2,5 meter.

Ditambahkan Kabid Humas Polda Lampung, Kok Kombes Yuni Iswandari masyarakat dan pemudik yang akan melakukan perjalanan arus balik Lebaran melalui Pelabuhan Bakauheni agar selalu memperhatikan informasi resmi terkait kondisi cuaca. Kewaspadaan dan langkah-langkah antisipasi sangat diperlukan guna menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan.

"Pemudik hendak memperhatikan kondisi terkini cuaca yang dikeluarkan BMKG dan selalu mencari informasi terkini mengenai kondisi cuaca di pelabuhan, perairan, serta tinggi gelombang, yang diperbarui setiap hari. Masyarakat diharapkan memanfaatkan layanan ini sebagai acuan sebelum berangkat," tambah Kabid Humas.

Share this post